sewa mobil murah di bali + sopir + BBM
Powered by MaxBlogPress  

Bali Kites Festival XXXI 2009

Bali kites Festival XXXI 2009 yang berlangsung dari tanggal 3 – 5 2009 telah menyedot ribuan masyarakat Bali khususnya dan wisatawan asing maupun domestik. Festival layang2 ini memang sudah menjadi agenda rutin tahunan yang selalu menjadi perhatian bagi pecinta layang di seluruh dunia.

Bukan hanya pencinta layang saja yang datang pada bali kites festival ini, itu dikarenakan oleh bedanya pelaksanaan fertival layang2 di Bali. John michael seorang wistawan yang sempat di wawancara mengenai Bali kites Festival ini mengatakan dia sengaja datang untuk melihat festival layag-layang di bali ini. Dia sudah 5 kali melihat festival ini cuma sekarang dia datang tanpa keluarganya.  Menurut dia festival layang-layang di bali beda dengan festival layang-layang di negara lain.

Disini orang menaikan layang adalah team jadi dibutuhkan kekompakan baik sesama team dan team yang lain jadi layangan mereka bisa mengudara tanpa harus mengenai layangan peserta yang lain. Namun ada juga yang sempat bersentuhan bahkan jatuh namum peserta ini masih saling menghormati. Ini yang saya suka imbuhnya. Begitu saya mananyakan bagaimana pendapatnya mengenai besarnya ukuran layangan di Bali dan kadang bikin macet.

Dengan lugas di menjawab memang kenapa? apanya yang salah ? kan jalan milik bersama jadi ya harus dimengerti lagian kan cuma 1 kali dalam setahun. Inikan tradisi dan budaya jadi ini yang bikin saya senang dengan Bali. Bali is the best Place in the world ( sambil tertawa ).

Begitu simpatinya John Michhael terhadap acara ini dia juga tahu persis perkembangan orang main layangan di Bali. katanya kalo dulu layangannya di Bali lebih besar  dari ini dan belum bisa di bongkar pasang (knock down) namun sekarang sudah diatur untuk ukuran masimal sekian jadi merata besarnya layangan dan yang ebih bagus lagi sekarag di Bali sudah banyak yang saya lihat orang bikin layangan yang bisa di bongkar pasang jadi pas di jalan bawanya lebih gampang tiggal di pasang pas di lokasi.

Terakhir sebelum saya meninggalkan lokasi lomba layang-layang di padang galak ini saya mencoba kembali menanyakan kepada john michael apakah lomba ini akan perlu terus dipertahankan terlepas dari banyaknya yang tidak suka dengan alasan menggagu lalulintas dan terdesaknya tempat untuk menaikan layangan ini. John berpendapat Layang-layang ini harus terus di lestarikan karena bisa mempererat hubungan antar masyarakat Bali dan dunia. Untuk lokasi ini perlu peran pemerintah untuk tetap memberikan tempat agar budaya dan tradisi ini tetap ada, karena kalo ini sudah hilang saya pikir saya akan berpikir dua kali untuk ke Bali .

Popularity: 19% [?]

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay
  • Add to favorites
  • BarraPunto
  • Bitacoras.com
  • BlinkList
  • blogmarks
  • Blogosphere News
  • blogtercimlap
  • connotea
  • Current
  • Diigo
  • DotNetKicks
  • DZone
  • eKudos
  • email
  • Fark
  • Faves
  • Fleck
  • FriendFeed
  • FSDaily
  • Global Grind
  • Gwar
  • HackerNews
  • Haohao
  • HealthRanker
  • HelloTxt
  • Hemidemi
  • Hyves
  • Identi.ca
  • IndianPad
  • Internetmedia
  • Kirtsy
  • laaik.it
  • LinkaGoGo
  • LinkArena
  • LinkedIn
  • Linkter
  • Live
  • Meneame
  • MisterWong
  • MisterWong.DE
  • MSN Reporter
  • muti
  • MyShare
  • MySpace
  • N4G
  • Netvibes
  • Netvouz
  • NewsVine
  • NuJIJ
  • PDF
  • Ping.fm
  • Posterous
  • Propeller
  • Ratimarks
  • Rec6
  • Reddit
  • RSS
  • Scoopeo
  • Segnalo
  • Simpy
  • Slashdot
  • Socialogs
  • SphereIt
  • StumbleUpon
  • Suggest to Techmeme via Twitter
  • Technorati
  • ThisNext
  • Tipd
  • Tumblr
  • Twitter
  • Upnews
  • Webnews.de
  • Webride
  • Wikio
  • Wikio FR
  • Wikio IT
  • Wists
  • Wykop
  • Xerpi
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • Yigg

Tags:

7 Responses to “Bali Kites Festival XXXI 2009”

  1. a! says:

    acaranya seru. cuma pas lewat di jalan memang mengganggu. apalagi kalau pake acara gebrak2 mobil orang.

  2. luhde says:

    sayang, sing mebalih this year… bani jak bapakne gen puk..go bali kites

  3. admin says:

    @anton : ya kadang itu yang masing belum bisa dihilangkan bagi segelintir orang,mungkin karea takut layangannya patah gara2 bersenggolan dengan mobil. mudah2an ke depan mereka lebih menghargai juga orang yang lain karena semua punya kepentingan.
    @luh de : artinya sudah ada yang mewakili

  4. BULAK TAMAN SARI @KOETA says:

    kami adalah salah satu sekaa layangan yang ikut berlomba setiap tahun dlm BKF ini,kami merasa bangga dapat berkumpul dengan semua saudara dari seluruh bali yang sama mempunyai hobi bermain layangan ,semoga acara ini dapat terus terselenggara setiap tahun,THIS IS AJAEG BALI…WE PROUD AS BALI PEOPLE!!!!!

  5. pushandaka says:

    Betul kata anton.

    Saya pernah mengalami kejadian di mana saya dipaksa menyingkir dari jalanan karena sekelompok orang lagi memanggul layang-layang raksasa mereka. Waktu itu cuma berdoa, “Semoga layang-layang mereka rusak dan ndak bisa terbang!”

    Hehe!

  6. admin says:

    @Pushandaka : hehehe….betul2 mereka kadang lupa dengan kepentingan orang lain, tapi mudah2an kedepan banyak yang sadar akibat dari perbuatan mereka.

  7. admin says:

    @ bulak taman sari : mudah2an tradisi ini tetap ada untuk kita wariskan kepada anak cucu

Leave a Reply