Budaya Menyama Braya Atau Gotong Royong Khas Bali

Hello Semuanya, Pulau Bali merupakan pulau yang sangat terkenal di Indonesia pada khususnya dan tentu saja di dunia International .

Itu karena Bali memiliki ciri khas adat dan budaya yang sangat unik dan indah, dan sayang sekali kalau sampai tidak mengunjungi pulau ini.

Sebelum rekan-rekan mengunjungi pulau Bali ini dan ingin mengetahui lebih banyak lagi, Anda bisa mengaksesnya lewat  Internetnya Indonesia yaitu Telkom Indonesia

Untuk mencari informasi tentang daerah tujuan wisata serta adat dan budaya Bali yang beraneka ragam. Itulah pentingnya Manfaat Internet agar supaya kita bisa mempersiapkan dan memastikan 

Daerah manakah yang akan kita datangi dan kita sudah tahu tradisinya seperti apa, dan bagaimana nanti kita membekali diri untuk berbicara dan berperilaku di tempat-tempat tertentu yang dianggap sakral dan yang patut dijaga kesuciannya.

Nah, sudah siap kan untuk berkeliling Bali ?

Pada kegiatan kali ini selain kita akan mengunjungi suatu daerah tepatnya di kabupaten Karangasem. Kita juga akan ikut serta dalam kegiatannya . Nah Kabupaten Karangasem ini tepatnya di desa Rendang, terletak Pura yang sangat terkenal di Indonesia pada khususnya dan di dunia International pada umumnya.

yang dijuluki "Ibunya Pura" atau "Mother Temple" yaitu "Pura Besakih, dimana pura ini memiliki arsitektur dan bangunan yang sangat indah, apalagi dilihat dari ketinggian, serta dari kejauhan kita bisa melihat gunung yang tertinggi di Bali adalah Gunung Agung.

Selain itu juga udaranya disini sangat sejuk dan dingin, sehingga kalau ingin berwisata kesini hingga malam hari ada baiknya menggunakan pakaian yang hangat serta berpakaian yang sopan. Dan tidak lupa menggunakan kain dan selendang apabila akan masuk ke area pura . 

Dan bagi wisatawan yang berhalangan seperti habis melahirkan, menstruasi atau ada kematian tidak diperkenankan masuk ke area pura ini, supaya area pura tetap terjaga kesucian dan kesakralannya . 

Oiya apabila rekan- rekan ingin membeli oleh-oleh seperti buah-buahan, kalian bisa mampir ke desa Sibetan yang terkenal dengan kebun salaknya, kalian bisa memetik sendiri salak yang diinginkan dan kemudian nantinya akan ditimbang sesuai beratnya.

Setelah kita selesai berkeliling disini kita akan mulai ikut serta berkunjung ke suatu desa dimana tradisi "megibung". Apa sih megibung itu? sebelum saya menjelaskan kalian bisa mengakses kembali lewat Internet IndiHome. Jadi "Megibung' adalah suatu tradisi makan bersama dengan posisi melingkar,

Yang biasanya terdiri dari 8 sampai 10 orang dalam satu kelompok, dan disini tidak membeda-bedakan baik kaya miskin, ataupun raja dan rakyatnya mereka akan tetap duduk berdampingan. Dan makan pada suatu tempat yang sama, makanan dan lauk yang sama juga. Mereka mengerjakan mulai dari memasak, menyiapkan 

Dan makan serta membereskan bersama-sama. Dari manakah datangnya tradisi megibung ini, tradisi ini dicetuskan oleh Raja Karangasem yang terdahulu pada saat istirahat setelah berperang.

Pada umumnya di Bali juga muncul istilah lainnya yaitu "Menyama Braya" artinya bergotong royong atau mengerjakan suatu pekerjaan secara bersama-sama dari awal hingga berakhirnya suatu upacara adat atau upacara keagamaan. Secara umum "Menyama Braya' dapat diartikan sebagai konsep ideal hidup bermasyarakat

Di Bali sebagai filosofi dari kama marga yang bersumber dari sistem nilai budaya dan adat istiadat masyarakat Bali untuk dapat hidup rukun serta menghargai perbedaan dan menempatkan orang lain sebagai keluarga.

Sekarang rekan-rekan laki dan perempuan akan dibagi menjadi 2. Yang lelaki akan ikut serta dalam kegiatan memasak dan membuat hiasan serta bebersih. Kegiatan memasak di Bali memang biasanya dilakukan oleh para lelaki yang dikenal dengan sebutan "Ngelawar atau "Mebat, yaitu mengolah daging, sayur dan bumbu menjadi satu, dan sarana yang mereka gunakan adalah pisau besar istilah Balinya "Blakas" dan talenan yang besar juga.

Selain untuk nantinya dimakan bersama, dan juga dibuatkan masakan untuk dihaturkan dalam upacara keagamaan dan atau upacara adat. Sedangkan para perempuannya diikut sertakan kegiatan "Majejaitan dan " Metanding". Kegiatan metanding dan mejejaitan ini juga dikerjakan secara bersama-sama dengan wanita lainnya . Nah, apa itu "Majejaitan dan Metanding"?

"Majejaitan" itu adalah proses pembuatan sarana pelengkap dalam bebantenan atau sesajen umat Hindu Bali. Pada proses mejejaitan, bahan-bahan yang sebagian besar digunakan adalah janur, daun dan pisau untuk memotong, serta akan melalui beberapa tahapan. Mereka akan memotong dan membentuk janur ini menjadi suatu karya yang sangat indah sesuai dengan keperluan dan sesajen yang akan dibuat dan digunakan nantinya.

Sedangkan "Metanding" artinya suatu proses menata suatu perlengkapan upakara menjadi sebuah banten yang siap untuk dihaturkan, dan perlengkapan yang diperlukan bunga, daun, jajan serta buah. 

Setelah selesai mengerjakan semua persiapan tibalah waktunya makan siang yang sudah disiapkan oleh yang laki-laki . 

Ayooo !! Apakah kalian tertarik ikut serta dalam kegiatan "Menyama Braya" di Bali ? Buruan jangan sampai ketinggalan, dijamin kalian akan selalu mengingat dan mengenangnya dan pastinya bangga karena pernah secara langsung mengalaminya ..

Matur suksma sudah membaca sampai selesai!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar